Followers

Rabu, 2 Januari 2008

Tersisih Dari Ketaatan


Sewaktu-waktu kita terasa bagai didorong dan dibantu Allah untuk berbuat kebaikan. Macam-macam ketaatan yang kita dapat lakukan. Bukan saja orang lain rasa kagum, kita sendiri pun maik hairan


Waktu itu, hati rasa bahagia yang amat। Lalu kita kembalikan segunung kesyukuran pada Allah swt. Siapalah kita tanpa pimpinan, dorongan dan pertolonganNya. Tetapi tidakkah kita terasa apa-apa, kalau sewaktu-waktu yang lain, langsung apa kebaikan pun tak mampu kita hendak lakukan?


Apa jua kebaikan dan amal soleh pun rasa tak berdaya dibuat dan ianya bagaikan terhalang. Bukan terhalang untuk tempoh sehari dua. Kadang ia berlanjutan berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Hati memang rasa sebu dan sesak. Hidup jadi tak keruan dan tidak ketahuan.
Contohnya macam solat sunat qabliah ba’diah dan mengisi tabung masjid paling tidak setiap Jumaat। Bukankah sewaktu-waktu, entah untuk tempoh beberapa tahun, langsung tidak ada kekuatan untuk melakukannya. Yang malangnya kita tidak rasa terpanggil untuk melihat dan mengaitkan kesan serta natijah itu dengan faktor Tuhan.


Ramai di kalangan kita yang boleh juga mampu merasai rahmat dan bantuan Allah, sebaliknya tidak ramai orang yang mampu untuk menghidu dan mengecam bentuk-bentuk kemurkaan Allah Al Jabbarul Muntaqim! Kita hanya melihatnya sebagai faktor biasa dan tak ada apa-apa macam saintis barat yang mengatakan fenomena alam yang biasa bila bertembung dengan keajaiban ciptaan Allah swt di angkasa rasa।


Sebenarnya faktor dosalah yang menjadikan diri kita sentiasa terhalang dari berbuat ketaatan serta kebaikkan। Bila berdosa, Allah pun murka. Bila sudah murka lalu akan ditinggalkannya kita. Bila Allah tinggalkan kita, bermakna Allah sudah tidak campur tangan dengan kita. Allah sudah ‘berlepas diri’ dari kita. Allah juga tidak lagi menolong dan membantu kita.


Bila Allah tak tolong kita, ketaatan yang paling kecil dan ringan pun tak berdaya kita membuatnya। Walhal solat sunat ini, berapa minitlah sangat. Derma RM5 seminggu pun apalah sangat. Tak berkudis apa pun. Itulah analoginya dan itulah pengalaman benar kita. Andainya tiada hukuman dan denda lain lagi bagi dosa, maka kesan dosa dalam menghalang seseorang dari melakukan ketaatan pun sudah cukup menjadi hukuman kepada pelaku dosa.


Perhatikanlah, bahawa nanti satu demi satu ketaatan akan terhalang dan ‘mengasing’ dari kita। Bagi golongan Muqarrabin, derita terhalang dari berbuat ketaatan sudah cukup dirasakan bagai meteor yang akan menimpa kepala. Terhalang dari ketaatan itu adalah satu bencana dan malapetaka besar dalam memburu cinta yang Esa. Kenapa dan mengapa? Kerana mereka melihat setiap satu dari ketaatan tersebut lebih berharga dan lebih bernilai dari dunia serta segala isinya.


Terbacakah kita ada di kalangan Sahabat yang oleh kerana sekadar tertinggal Takbiratul Ihram bersama Rasulillah saw, beliau rasa amat menderita lalu telah bertindak mendermakan kebun kurmanya kepada Allah dan Rasul। Fi Sabilillah!!


Justeru, mereka selalu memantau dan ‘update’ hubungan mereka dengan Allah swt. Bukan sekadar itu. Bagi mereka ‘sesaat’ hati berpaling dari Allah (tidak mengingati dan mensyukuriNya) sudah cukup menjadikan tubuh mereka ‘demam’.
Jauh sangat kita dari kontek ini। Apa taknya. Sudah berbuat dosa besar pun, masih buat muka seposen, masih selamba dan mampu ketawa berjenaka.


Koleksi Anis/ Oleh: Hani Maisara

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Dapat sesuatu dari entry di atas? komen le cikit ;)

Kewajipan Menutup Aurat

Kewajipan Menutup Aurat
An Nuur: 31 » Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Ikut al-Quran & Sunnah

Ikut al-Quran & Sunnah
An Nisaa': 59 » Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)

Nasihat

Nasihat
Al 'Ashr: 3 » kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

Jangan Bersedih

Jangan Bersedih
Ali 'Imran: 153 » (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 3:153)

Islam Seluruhnya

Islam Seluruhnya
Al Baqarah: 208 » Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)