Followers

Isnin, 20 September 2010

Bila hati jatuh sakit

Hati, ada yang berhati tenang, berhati baik, berhati lembut , berbesar hati, dan macam macam-macam lagi tafsiran yang baik buat hati. Namun hati-hati dalam membaja hati, takut baja itu tidak sesuai untuk hati..boleh jadi baja itu ada racun yang boleh membantutkan pertumbuhan hati yang suci..

Bila hati sudah sakit, macam-macam boleh terjadi. dengki dan khianat, semua datang dari hati yang sakit. Bila hati sakit, manusia boleh bertukar menjadi lebih jahat dari syaitan. Ayah sudah tidak kenal lagi anaknya, abang hilang hormat pada adik, dan memang tidak mustahil ibu juga turut menjadi mangsa sianak.

Hati ialah pemerintah dalam diri manusia. Ia umpama raja yang menyampaikan perintah..jika baik, baiklah sipemilik hati, jika apa yang diperintahkan buruk, maka buruk jugalah diri pemilik hati itu.
Dipetik dari hadis berkenaan halal dan haram, daripada Abu Abdullah An-Nu’maan bin Basyir r.a katanya: Rasulullah SAW bersabda: 

“Ketahuilah bahawa di dalam jasad itu ada seketul daging, apabila ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya. Apabila ia rosak, maka rosaklah jasad seluruhnya, ketahuilah bahawa ianya adalah hati”
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Apa perlu kita buat untuk meperbaiki hati? Kenal dulu apa keperluan hati. untuk tumbuh subur dan suci, hati mesti bertaqwa pada si pencipta hati, kenal Allah maka hati akan tunduk pada kekuasaanya. Bila hati sudah dekat dengan tuhan, terasa bergetar bila ingin membuat kejahatan. Terasa Allah itu maha mengetahui apa yang dilakukan oleh hati yang akhirnya mendorong jasad melakukan kejahatan. Hati akan takut pada balasan yang senantiasa menanti di hadapan..Ayuh segeralah kita pacakkan pagar-pagar keimanan agar hati bisa teguh berhadapan dengan bisikan-bisikan syaitan laknatullah..

Aku hanyalah insan biasa, mengharap teguran dari sahabat dan mendamba redha Allah. ~qirmumtaz~

2 ulasan:

Dapat sesuatu dari entry di atas? komen le cikit ;)

Kewajipan Menutup Aurat

Kewajipan Menutup Aurat
An Nuur: 31 » Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Ikut al-Quran & Sunnah

Ikut al-Quran & Sunnah
An Nisaa': 59 » Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)

Nasihat

Nasihat
Al 'Ashr: 3 » kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

Jangan Bersedih

Jangan Bersedih
Ali 'Imran: 153 » (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 3:153)

Islam Seluruhnya

Islam Seluruhnya
Al Baqarah: 208 » Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)